Antara Kimchi Dan Kol Goreng Siapa Lebih Toxic

 


Drakor My Demon dah bungkus tapi halu masih berlanjut. Pesona Song Kang emang bukan maen bikin amburadul dan menolak sadar diri hehe. Mesti effort model gimana yaa biar dapetin yang spek Song Kang? apa kudu kimchian all day long kalo makan? 

Masalah timbul saat tahu bikin kimchi dengan seabrek bahan dan perjalanan fermentasinya yang panjang dan rasanya yang tajam di perut. Belom apa-apa whist list Song Kang auto ilang. Kita justru lebih enjoy menikmati kol goreng dicoel sambel tomat. Nah loh malah lokal Pride banget hahaha.

Tapi pernah gak sih kepikiran siapa sebenarnya yang lebih toxic kimchi atau kol goreng? Kenyataan kalo masyarakat Indonesia amat sangat menyukai jajan pecel lele dan pelengkap sepiring kol goreng dan sambal yang banyak ternyata punya resiko kesehatan tertentu yang gak baik bagi tubuh.Pun demikian dengan kimchi yang punya pengaruh karena bumbu dan proses fementasinya. Yuk kita bahas satu persatu.

Kimchi

Kimchi merupakan makanan tradisional asal Korea Selatan yang telah ada sejak jaman kerajaan  Goguryeo, Baekje, dan Silla. Kimhi pertama kali dibuat sebagai simpanan musim dingin dan dihasilkan dari proses fermentasi hanya dengan menggunakan garam. Seiring perkembangan waktu kimchi mengalami penambahan bumbu seperi bubuk cabai, gochujang, kecap ikan hingga bahan-bahan lainnya.

Kimchi yang mengandung mikroorganisme seperti probiotik atau bakteri baik memiliki banyak manfaat bagi kesehatan seperti melancarkan pencernaan, menurunkan kolesterol hingga menghambat penuaan. Kimchi bahkan terbukti memiliki aktifitas anti oksidan, anti diabetes dan anti inflamasi. 

Meski memiliki banyak manfaat kesehatan nyatanya Kimchi tetap memiliki efek samping bagi tubuh yang tidak ringan. Fermentasi kimchi yang tinggi garam dapat meningkatkan resiko tekanan darah tinggi dan jantung. Selain itu proses probiotik yang dihasilkan kimchi dalam membunuh bakteri maupun jamur di usus dapat menyebabkan kembung. Efek samping lain dari konsumsi kimchi berlebih adalah sakit kepala atau migrain, intoleran enzim histamin, infeksi probiotik dan resistensi anti biotik.

Kol Goreng 

Masyarakat Indonesia mengenal kubis atau kol sebagai salah satu sayuran yang bisa diolah menjadi berbagai macam olahan pangan. tidak lengkap makan kalau tidak ada kol. Kol ada dimana-mana dengan berbagai tampilan, baik sebagai lalapan mentah, dikukus bersama siomay dan baso tahu, diolah bersama tepung menadi bakwan atau bala-bala hingga digoreng menjadi pelengkap pecel lele. Beberapa waktu lalu bahkan viral lagu sayur kol yang diolah seabagai sayur sebagai teman nasi dan daging kesukaan. 

Sebagai sayuran yang umum dikenal oleh masyarakat Indonesia kol memiliki banyak manfaat bagi kesehatan juga kecantikan loh. Kol merupakan salah satu sayuran sumber antioksidan, sulfur, dan antosianin. ketiga senyawa tersebut berperan penting dalam pemeliharaan kulit sehingga mampu mencegah penuaan dini, mengurangi terjadinya kerutan, flek, dan jerawat.

Namun kol goreng punya resiko efek samping yang tidak main-main. Kol yang rendah kalori bisa berubah menjadi monster kalori karena akibat dari penyerapan minyak yang banyak. Selain meyebabkan kembung, kol goreng juga memicu resiko penyakit jantung dan stroke karena kol yang melewati titik panas akan mengubah minyak menjadi lemak jahat yang berbahaya bagi kerja jantung.

Konsumsi Makanan Tanpa Berlebihan
mengkonsumsi kimchi maupun kol goreng nyatanya sama-sama memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dan kecantikan jika dikonsusmi  tanpa berlebihan. Sebaliknya mengkonsumsi makanan fementasi seperti kimchi atau kol goreng yang mengalami ultra food process dalam pengolahannya akan menyebabkan efek samping tidak ringan kepada tubuh. 
Reza Fahlevi
Single mom of two. Founder Xalshe Media Creative. Now working as an editor, film scriptwriter and content creator. An ambivert who loves watch and write all the time. Self improvement enthusiast. Bussiness/Collabs enquiries rafahlevi.ez@gmail.com

Related Posts

Post a Comment