![]() |
| Reza Rahadian pemenang Sutradara Terpuji, Pemeran Utama Pria Terpuji dan Film Terpuji Festival Film Bandung ke 39. |
Sebagai penyuka film, blogger dan penulis skenario saya akan selalu excited dan bangga bisa terlibat langsung di ajang bergengsi ini. Kesempatan & kepercayaan yang diberikan kembali dari para senior Forum Film Bandung untuk mengawal wall of fame sampai akhir pesta tentu menjadi kehormatan yang tak ada bandingannya.
Bagaimanapun panggung wall of fame adalah spot paling dinanti media dan penggemar. Sebagai seorang yang rutin hadir di malam puncak FFB, malam itu terasa berbeda. Dafi tahun ke tahun setiap malam puncak FFB selalu punya cerita sendiri.
Kali ini suasananya terasa megah dan meriah berlokasi di hotel Horison, salah satu hotel bintang lima terbaik dan tertua di Bandung. Rasanya kota ini seperti sedang menjadi titik temu para pelaku film, blogger, komunitas, pemerintah daerah, hingga para bintang yang selama ini lebih sering kita lihat lewat layar.
Tema “Sinema Rona Keluarga” terasa cukup kuat malam itu. Festival Film Bandung bukan hanya tentang siapa yang membawa pulang piala, tetapi juga bagaimana film menjadi bagian dari keseharian masyarakat menjadi hiburan, bahan obrolan, sekaligus ruang untuk mempertemukan banyak orang dengan latar yang berbeda.
Wall of Fame yang Bertabur Bintang
![]() |
| Aktor Arya Saloka nominasi Pemeran Utama Pria Terpuji Serial Televisi bersama Tim Wall of Fame FFB 39 |
Salah satu bagian yang paling menarik perhatian tentu saja panggung Wall of Fame. Dari area ini saja sudah terasa kalau malam tersebut bukan malam biasa.
Para bintang film dan televisi hadir dengan penampilan terbaiknya. Kamera, lampu, dan kilatan dokumentasi membuat suasana semakin hidup. Rasanya seperti melihat dunia perfilman Indonesia dalam satu frame.
Bagi blogger Bandung yang hadir, termasuk saya, momen seperti ini tentu sayang untuk dilewatkan. Selain bisa bertemu dengan sesama blogger dan teman-teman media, acara seperti FFB juga menjadi kesempatan untuk melihat lebih dekat bagaimana ekosistem perfilman Indonesia terus tumbuh.
Kehadiran Disbudpar dan Pemerintah Kota Bandung juga memberi warna tersendiri. Dukungan terhadap acara perfilman seperti ini menunjukkan bahwa Bandung memang memiliki ruang yang kuat untuk kegiatan seni, budaya, dan industri kreatif.
“Pangku” Bawa Pulang Tiga Kategori Paling Bergengsi Sekaligus
![]() |
| Film Pangku borong 3 gelar ; Film Terpuji, Sutradara Terpuji dan Pemeran Utama Wanita Terpuji FFB 39. |
Setelah malam pengumuman nominasi sebulan lalu tentu saja bagian yang paling ditunggu adalah pengumuman para pemenang setiap kategori. Dan malam itu, sorotan terbesar jatuh kepada film “Pangku”, yang berhasil meraih tiga penghargaan utama sekaligus yakni sebagai Film Indonesia Terpuji, Pemeran utama wanita Terpuji Film, dan Sutradara Terpuji.
Pastinya riuh pujian mengiringi kemenangan ini dan menjadi salah satu highlight utama berbagai media di panggung wall of fame maupun panggung utama. Ketika nama Pangku disebut sebagai Film Indonesia Terpuji, atmosfer ballroom langsung terasa berbeda. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap sebuah karya yang berhasil mencuri perhatian dalam perjalanan perfilman Indonesia Film Pangku memang layak mendapatkan penghargaan karena tak hanya menyuguhkan film dengan ide cerita yang eksklusif dan otentik, tapi juga tekni visualisasi yang di direct apik oleh sang nahkoda Reza Rahardian.
Di malam itu juga Reza memboyong dia gelar prestisius. Bukan hanya kategori film yang membuat malam itu menarik. Ada kejutan lain dari kategori Pemeran Utama Pria Terpuji Film. Dimana kategori ini, juga dimenangkan oleh Reza Rahardian dan aktor cilik berbakat Jared ali.
Munculnya dua nama sekaligus sebagai pemenang di kategori yang sama menunjukkan bahwa Festival Film Bandung memiliki nilai berbeda dengan penghargaan-penghargaan sejenisnya. FFB tidak pernah tabu untuk mengumumkan kepada khalayak jika seseorang layak dianugerahi gelar "terpuji" tidak harus hanya satu orang sebagai pemenang.
Kejadian seperti ini juga pernah terjadi di malam puncak FFB 2025 Kategori Pemeran Utama Wanita Terpuji Film Indonesia dianugerahkan kepada dua aktris sekaligus, yaitu Aurora Ribero (Komang) dan Sheila Dara Aisha (Sore: Istri dari Masa Depan). Dan FFB 2016 (Edisi ke-29): Kategori Pemeran Utama Wanita Terpuji jatuh kepada Chelsea Islan (Rudy Habibie) dan Sha Ine Febriyanti (Nay).
Nama lain yang juga mencuri perhatian adalah Aming, yang berhasil membawa pulang penghargaan Pemeran Pembantu Pria Terpuji. Kehadirannya tentu menambah warna tersendiri dalam daftar para peraih penghargaan malam itu.
Sementara dari sisi penghargaan prestasi panjang, lifestyle da satu nama besar yang mendapatkan penghormatan khusus. Christine Hakim dianugerahi Lifetime Achievement Award, sebuah penghargaan yang terasa sangat pantas untuk sosok yang telah begitu panjang mewarnai perjalanan perfilman Indonesia.
Bukan Sekadar Malam Penghargaan
![]() |
| Keluarga besar Forum Film Bandung & Volunteer FFB 39 |
Kalau dipikir-pikir, daya tarik Festival Film Bandung justru bukan hanya pada pialanya. Tapi orisinalitas dan atmosfer FFB secara konsisten menuju 40 tahun penyelengaraan nya yang selalu khas dan kaya lokaliatas. Melengkapi konsistensi dan independensinya dalam aspek penilaian terhadap seluruh kategori.
Ada pertemuan. Ada cerita. Ada foto bersama. Ada obrolan kecil antarblogger. Ada rasa bangga ketika melihat insan perfilman Indonesia mendapatkan apresiasi. Dan tentu saja ada keseruan menyaksikan para bintang hadir langsung di depan mata.
Malam puncak FFB ke-39 di terasa seperti sebuah perayaan bersama untuk film Indonesia. Apresiasi untuk para pekerja kreatif, sineas, aktor, komunitas tak terkecuali penonton yang selama ini menjadi bagian penting dari perjalanan sinema
sinema memang selalu punya cara untuk mempertemukan kita. Dan di Bandung, kota yang punya sejarah panjang dalam dunia kreatif, Festival Film Bandung ke-39 berhasil menghadirkan satu malam yang hangat, meriah, penuh bintang, sekaligus tetap dekat dengan tema yang hoomy “Sinema Rona Keluarga.” FFB adalah momen dimana film tidak hanya dirayakan di layar, tetapi juga dirayakan di kehidupan nyata.










Post a Comment
Post a Comment