Cek

Lima Tips Sederhana Bikin Tradisi Lebaran Jadi Gak Template


Selamat hari raya Idul Fitri 1447H. Seperti biasa tahun ini lebaran kita sebagian nyaris makan opor dihangatkan hehe. Tapi alhamdulillah kami gak keburu masak opor karena sibuk dengan pesanan catering lebih dulu. 

Serunya adalah mengajak anak ber prakarya jalur bantu ibunya siapin orderan. Demi THR mereka mengiyakan hihi. Tak apa sedari dini memahami kalau sesuatu yang diinginkan gak selalu didapat dengan cara yang mudah. Harus ada usaha yang baik dulu baru kita bisa mendapatkan sesuatu. 

Mengajarkan anak nilai-nilai kehidupan tak semudah membalikkan telapak tangan, apalagi jika kita orangtua generasi milenial yang khatam didikan VOC berhadapan dengan anak gen Z akhir dan gen Alpha. Bisa dibayangkan pendekatan dua model meluncur supaya mereka bisa mengerti dan menerapkan makna ajaran kita. 

Bahkan sekedar lebaran pun kini kita harus putar otak karena the krucil gak mau template lebarannya. Wahhh udah ada lagi aja permainan anak-anak. Berikut adalah 5 tips yang bisa dilakukan agar lebaran bersama anak-anak gak monoton dan template. 

1. Mudik Ala Backpacker

Kalo mudik ke Ciamis entah kenapa suka teringat blogger suhu Teh Okti, Blogger paling rajin nulis yang selalu ga pernah kehabisan cerita buat dituangkan di blognya. Semuanya inspiratif dan terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari yang juga sering dibagikan di instagram indung bageur

2. Ngebolang di Desa

Bermain dan menyusuri pematang sawah menjadi cerita baru bagi anak-anak. Di kota besar keseharian mereka tentu tidak dekat dengan alam yang terbuka dan lapang. Pilihan mudik menggunakan transportasi umum ala backpacker bisa disempurnakan dengan mengajak mereka menjelajah desa yang masih asri dengan  berjalan kaki. Aktifitas ini juga bisa sedikit merenggangkan ketergantungan anak-anak pada gadget. 

3. Makan menu dan kue tradisional

Mencicipi berbagai menu lebaran seperti opor dan ketupat atau anak kue kering seperti nastar, kastengle dan putri salju mungkin sudah biasa. Tapi kesempatan mengenalkan aneka olahan tradisional datang saat di desa. 
Olahan ikan khas pedesaan atau berbagai kue unik seperti opak, kembang goyang, endog Lewo, maizena, gulampo dan lain-lain. Dengan mengenalkan secara langsung di tempat asalnya anak-anak memiliki pengalaman berbeda dan khazanah pengetahuannya semakin bertambah. 

4. Sholat Ied Ditempat Yang Tak Biasa

Memberikan kesan berbeda juga bisa dilakukan dengan memilih tempat sholat ied yang tidak biasa. Misalnya jika tahun-tahun sebelumnya di masjid dekat rumah, maka tahun ini sedikit berbeda dengan membawa anak-anak sholat ied di gedung pemerintahan misalnya atau di lapangan yang sangat luas sehingga mereka dapat bertemu denagnlebih banyak orang. Pengalaman ini bisa menjadi cerita berbeda bagi anak-anak. 

5. Nonton Film ke Bioskop

Menonton film ke bioskop saat lebaran kini banyak dilakukan oleh penikmat film. Menonton film bisa menjadi pilihan antimainstream yang memberi kesan mendalam bagi anak-anak. Pilihan genre film saat lebaran pun bisa disesuaikan dengan usia anak-anak. Bahkan banyak film-film dengan pasar anak dan keluarga yang justru menunda penayangan demi rilis di musim libur lebaran. 
Rafahlevi
Rafahlevi is a single mom of two. Owner of Eat Beelicious who loves watch and write all the m and content creator. An ambivert who loves watch and write all the time. Self improvement enthusiast. Bussiness/Collabs enquiries rafahlevi.ez@gmail.com

Related Posts

There is no other posts in this category.

Post a Comment