rafahlevi.com

Pelangi Di Mars Film Anak Bangsa Gabungkan Teknologi dan Life Action Yang Libatkan Ratusan Animator


Menjadi film dengan ekspektasi tinggi Film Pelangi di Mars memang jadi pilihan film lebaran yang tepat ditonton bersama keluarga saat lebaran. Film yang digarap selama 5 tahun ini disutradarai oleh Upie Guava. Film Pelangi di Mars menjadi film anak bangsa yang dikerjakan oleh sekitar 500 orang crew dan animator. 

Jelas bukan film dengan kapasitas biasa-biasa. Film ini menggabungkan teknologi animasi dengan  life action atau disebut unreal eungine dan XR. Teknologi Extend Reality ini membuat gerakan robot dikombinasikan dengan dengan gerak langsung para pemerannya. Dibintangi nama - nama besar seperti Rio Dewanto, Lutesha dan aktor cilik Keinaya Messi, film Pelangi di Mars menghadirkan film yang cocok untuk anak-anak. 

Latar Mars sebagai planet merah terasa realistis dan maksimal. Pun dengan setting era yang ada di masa depan, sentuhan futuristik nya kental dan sarat efek visual yang canggih. Belum banyak film yang berani menggarap genre film science fiction seperti ini, banyak persiapan dan juga besarnya budget yang harus disiapkan tentu menjadi pertimbangan mengapa film-film serupa jarang diproduksi. 

Meski secara visual Pelangi di Mars patut diapresiasi tetapi kerikil kecil dari segi cerita tetap menjadi bahasan yang banyak mendapatkan sorotan. Bagi saya penulis yang mengganggu adalah alur yang tidak konsisten. Kalau bahasanya room writer ceritanya "gak ajeg" alias gak kokoh dari awal. Serta pemilihan dialog yang beberapa kali gak tepat jika diposisikan berasa fi tahun 2100an. Detail-detail kecil namun krusial ni membuat fokus cerita jadi terasa terganggu. 

Reaksi penonton barangkali akan terbagi 2, film ini memang memuaskan bagi anak-anak karena visualisasi nya yang megah dan futuristik. Robot, petualangan dan warna - warni khas imajinasi anak-anak. Tetapi bagi orang dewasa dan penikmat film harapan tentu jauh lebih tinggi dari hanya sekedar menonton visual semata. 

Sayang sekali rasanya jika animasi semewah dengan pengerjaan secanggih itu dikawinkan dengan eksekusi cerita yang belum matang. Pada akhirnya kesan film ini dipaksakan selesai demi mengejar timing musim libur lebaran tak bisa dielakkan. Meki demikian, salah satu yang baiknya adalah saya tidak mengantuk menonton film ini. 

Sinopsis


 Pelangi di Mars bercerita tentang Pelangi, seorang anak yang lahir di Mars dan tinggal sendiri setelah ibunya kembali ke bumi. Pelangi kemudian bertemu dengan robot-robot yang mencari mineral Zeolit Omega yang mampu memurnikan kembali air di bumi yang dikuasai oleh perusahaan jahat. 

Judul : Pelangi Di Mars
Sutradara: Upie Guava
Durasi: 115 menit
Produser: Dendi Reynando
Rumah produksi: Mahakarya Pictures
Genre : Science fiction
Rilis : 18 Maret 2026
Pemain : 
Keinaya Messi (Pelangi) 
Rio Dewanto (Banyu) 
Lutesha (Pratiwi) 
Kristo Immanuel (Robot Yoman) 
Gilang Dirga (Robot Petya) 
Bimo Kusumo (Robot Batik) 


Rafahlevi
Rafahlevi is a single mom of two. Owner of Eat Beelicious who loves watch and write all the m and content creator. An ambivert who loves watch and write all the time. Self improvement enthusiast. Bussiness/Collabs enquiries rafahlevi.ez@gmail.com

Related Posts

Post a Comment