rafahlevi.com

Tunggu Aku Sukses Nanti, Ceritakan Budaya Toksik Lebaran Masyarakat Indonesia


"Neng makin gendut aja! " 
"Neng, dah kerja belum? Ikut si teteh aja! " 
"Katanya kemarin abis interview gimana diterima ngga? " 
"Kapan nikah? " 
"Belum isi juga? "

Deretan pertanyaan toksik ini sudah menjadi budaya kepo yang mendarah daging di karakter sebagian besar masyarakat Indonesia. Lalu dicapture dan divisualisasikan dengan sangat natural ditangan sutradara muda Naya Anindita. Berapa relateable nya film ini buat ditonton saat lebaran. Sebagai salah satu cara mencari rekomendasi antisipasi jawaban dari semua pertanyaan menyebalkan itu. 

Dan jangan pernah menormalisasi pernyataan "kalo gak bisa bantu materi, bantu tenaga" Karena itu salah. Pada dasarnya semua punya hak dan kewajiban yang sama. Pada batas-batas tertentu sikap inferior seperti itu akan meninggalkan jejak luka dan bahkan trauma pada anggota keluarga terutama anak. 

Di Film Tunggu Aku Sukses Nanti, Arga menghadapi tekanan emosi, tekanan psikologi dan tekanan fisik dalam menjalani kehidupan nya. Terbiasa melihat pemandangan ayah ibunya berasal di level inferior, Arga justru kesulitan memahami perbedaan kerja keras dengan obsesi balas dendam. Akibatnya ia kehilangan hal paling berharga dari sisi-Nya satu persatu. 

Kalau ada lelaki beruntung soal kisah cinta barangkali justru Argalah pemenangnya. Meski ia hidup dibawah tekanan keluarga besar nya yang memiliki kemapanan da status ekonomi diatas keluarganya. Tapi support setia Arga justru datang dari kekasih tercinta yang notabene gadis kaya raya. Sayangnya plot Arga dan Andien justru lenyap di tengah jalan. 

Hal ini justru terasa rancu setelah Andien begitu setia menerima Arga dengan segala kondisinya selama tiga tahun mereka pacaran. Meskipun memang tidak semua harus diceritakan di film. 

Meski begitu dekat dan mengalir dengan natural filmnya bukan tanpa tapi. Tetep ada tapinya. Yaitu ritme lebaran yang berulang terus menerus terasa over. Akibatnya plot menjadi terasa lambat karena pengulangan yang terlalu banyak. Sementara misi suci film belum juga tersampaikan pada babak kedua. 

Klimaks baru dimulai saat Tante Yuli berpulang. Meninggalkan banyak plot twist. Disampingnya Arga dan keluarga yang kondisinya mewakili keadaan banyak orang. Ada Tante Yuli yang cerewetnya selalu bikin migren. Personally, sosok-sosok horor berlidah tajem seperti tante Yuli itu kadang dibutuhkan di keluarga.  Jadi sejujurnya andaikan Tante Yuli tidak merekomendasikan itu pada temannya, barangkali Arga masih belum menemukan pembeli rumahnya. 

Ucapannya bertuah bukan main ucapannya tajem kaya pedang, nyelekit ampe ulu hati, dar der dor tanpa muqodimah langsung to the point tak suka basa basi. Tapi sebenarnya dia peduli dan perhatian. 

Alur ceritanya tidak terlalu kompleks, ending juga dibuat realistis. Seperti kehidupan pada kenyataannya. Dan bahkan cerita sabotase teman kerja Arga pun luput bagaimana akhirnya. Film ini memang bukan film yg ingin memberikan visual happy ending. Namun memberikan pesan moral dan gambaran realistis seseorang dalam berproses menemukan jalan kesuksesan nya. 

Sinopsis



 Tunggu Aku Sukses Nanti menceritakan tentang seorang pemuda pengangguran yang berjuang mendapatkan pekerjaan. Tekanan keluarga yang bukan inti justru membuat nya berada dalam obsesi balas dendam sebagai bentuk pembuktian kemampuan nya terlepas dari stigma beban keluarga. 

Judul : Tungu Aku Sukses Nanti 
Sutradara: Naya Anindita
Durasi: 112 menit
Rumah produksi: Rapi Films
Genre : Drama
Rilis : 18 Maret 2026
Pemain : 
Arddit Erwanda
Lulu Tobing
Aryo Wahab
Niniek L Kariem
Sarah Sechan
Afghan Syahreza
Jamie Aditya
Rafahlevi
Rafahlevi is a single mom of two. Owner of Eat Beelicious who loves watch and write all the m and content creator. An ambivert who loves watch and write all the time. Self improvement enthusiast. Bussiness/Collabs enquiries rafahlevi.ez@gmail.com

Related Posts

Post a Comment