rafahlevi.com

Na Willa Hadiahkan Kenangan Masa Kecil Penonton Di Setiap Scene


Na Willa adalah film adaptasi dari novel yang berjudul sama karya penulis Reda Gaudiamo. Na Willa berangkat dari kisah nyata Reda saat menghabiskan masa kecil di Surabaya. Sebagai pemilik cerita ia juga tampil sebagai cameo di film ini dengan toko bukunya. 
Sekitar 10 tahun lalu saya pernah tinggal di Surabaya tinggal di daerah asem rowo dimana gang-gangnya rapih dan bersih. Letaknya berdekatan dengan rel kereta. Karenanya saat menonton film Na Willa saya sedikit mengenali beberapa scene, salah satunya tempat tinggal Na Willa. 
Personaly mulanya menonton Na Willa ini sedikit ngantuk. Sebagai penonton dewasa tentu aja plot yang lambat dan visual plot yang minim perubahan suasana jelas bikin monoton. Alurnya mulai terasa ber dinamika menjelang masuk babak ke 3.  Saat pergulatan batin Mak mulai terang benderang. 
Na Willa menceritakan tentang dunia anak bernama Na Willa. Seorang anak perempuan keturunan Tionghoa dan Nusa Tenggara yang pindah ke Surabaya karena tugas ayahnya. Seperti anak kecil kebanyakan Na Willa mendapatkan sahabat masa kecil. Perbedaan ras, budaya dan agama menjadi pondasi latar film ini. 
Perubahan yang terjadi dalam kehidupan dikemas dalam bingkai bahasa anak yang lugu dan sederhana. Film ini sarat makna, pendidikan dan pelajaran hidup yang tidak selalu didapatkan di sekolah. 
Sebagai anak multi ras di keluarga, Na Willa dibiasakan melakukan banyak hal seperti bertanggungjawab dan bersikap jujur baik dalam perkataan maupun perbuatan. Nilai-nilai baik itu menular dalam pola sosialisasinya saat bermain bersama teman, bersikap pada guru dan bahkan pada orang lain. 
Secara visual film ini memang dibuat sangat ramah anak. Pemilihan time realise saat musim libur lebaran juga mempengaruhi alasan mengapa film ini menonjolkan visual warna warni khas dunia anak. 
Sebagai sutradara Ryan Adriandhy telah sukses menciptakan film animasi kesayangan keluarga Indonesia Jumbo ke puncak film box office dengan raihan penonton terbanyak sepanjang masa. Suskes itu mungkin akan sulit terlampaui, tapi Andy nampaknya berkomitmen menghadirkan vibes yang sama yakni lebaran di bioskop bersama keluarga lewat Na Willa. 
Pemilihan wardrobe, properti hingga casts semua terasa sangat realistis dan pas. Sesuai dan memorable memantik nostalgia masa kecil penonton di setiap scenenya. Minum air limun, kerupuk blek, rumah dekat rel kereta, hingga ayam kecil kuning. Sederhana namun semua mewakili dunia anak. 

Sinopsis


Na Willa adalah seorang anak kecil perempuan keturunan Tionghoa dan Maluku yang pindah di Surabaya. Seperti anak kecil lainnya Na Willa senang bermain dan bertualang.Film ini mengisahkan perubahan dan perjalanan kehidupan Na Willa yang digambarkan sangat manis dan penuh makna. 

 Judul : Na Willa
Sutradara: Ryan Adriandhy
Durasi: 115 menit
Produser: Angga Sasongko
Rumah produksi: Visinema Studios
Genre : Drama 
Rilis : 18 Maret 2206
Pemain : 
Luisa Adreena (Na Willa)
Irma Rihi (Mak)
Junior Liem (Pak)
Freya Mikhayla (Farida)
Azamy Syauqi (Dul)
Arsenio Rafisqy (Bud)
Ira Wibowo (Ny. Chang)
Melissa Karim (Cik Mien)
Rafahlevi
Rafahlevi is a single mom of two. Owner of Eat Beelicious who loves watch and write all the m and content creator. An ambivert who loves watch and write all the time. Self improvement enthusiast. Bussiness/Collabs enquiries rafahlevi.ez@gmail.com

Related Posts

Post a Comment