Sebagai seorang food blogger, beragam kuliner khas berbagai daerah rasanya selalu punya cerita berbeda. Entah dari segi rasa, latar belakang hingga artificial makna dari setiap makanan. Salah satu yang populer di nusantara adalah Pempek kuliner khas kota Sungai Musi Palembang. Dimanapun kita berasa rasanya jajanan terbuat dari ikan tenggiri ini punya tempat khusus bagi pecinta kuliner.
Menariknya dari yang ala-ala pempek sampai pempek yang otentik dari daerah asalnya, pempek tidak pernah kehabisan penyukanya. Pengalaman saya dalam catatan perjalanan mencicipi pempek di berbagai daerah juga menjadi petualangan rasa yang personal. Rekomendasi perjalanan dari kedai-kedai legendaris di pinggir sungai Musi hingga warung tenda di sudut kota kecil pernah saya jejaki.
Yang menarik dulu saya ngidam pempek tiba-tiba menuju tengah malam, tapi saat mendatangi kedai langganan, pintunya sudah tertutup rapat. Berkeliling kota untuk mencari kedai pempek, beruntung nya masih ada yang buka padahal hampir menutup kedainya. Saya sungguh hoki malam itu menemukan cita rasa otentik pempek langsung dari orang palembang nya sendiri, cukonya pekat menendang, ikan tenggirinya terasa begitu dominan. Benar-benar menyenangkan.
Kembali ke kota kelahiran bertemu banyak teman baru menjalani rutinitas di kota ini ternyata saya menemukan cara berbeda menikmati makan pempek ini. Bukan di kota asalnya, melainkan dari sudut kreatif kota Bandung. Di sanalah saya berkenalan dengan JEOL Food sebuah brand kuliner yang sukses mengubah cara saya menikmati makanan tradisional.
Pertemuan pertama saya dengan JEOL Food di event kolaborasi penulis dan brand langsung meruntuhkan kesan lama bahwa makan pempek itu harus selalu duduk di kedai atau di rumah dengan piring. JEOL Food justru mengambil celah berbeda dengan mengemas pempek ke dalam packaging bowl yang sangat praktis dan trendi. Jadinya jajan pempek bisa dari meja kerja atau bahkan saat bersantai di taman tanpa takut cukonya tumpah kemana-mana.
Kejutan Rasa dan Inovasi yang Berani
Kejutan dari JEOL Food tidak berhenti pada kemasannya saja. Sebagai orang yang mengira sudah mengecap segala jenis pempek, lidah saya dibuat takjub oleh produk inovasi Pempek Krispi mereka. Teksturnya yang renyah di luar namun tetap mempertahankan kelembutan dan rasa gurih ikan di dalam memberikan sensasi baru yang sangat adiktif. Ini adalah sebuah lompatan inovasi yang cerdas tanpa menghilangkan jati diri rasa pempek yang otentik. Siapa yang kepikiran pempek dijadikan keripik.
Sebagai brand lokal asal kota Bandung JEOL Food tak lupa dengan kuliner khas Bandung yang juga berbahan dasar ikan tenggiri. Jadi selain pempek dan pempek krispi, JEOL Food juga memiliki produk andalan lain yang tidak kalah juara, yaitu batagor.
Sebagai kuliner khas Bandung, batagor mereka tampil berkelas. Yang membuatnya sangat premium adalah penggunaan kacang mede pada bumbu kacangnya. Modifikasi ini menghasilkan tekstur saus yang jauh lebih lembut, gurih yang mendalam, dan aroma nutty mewah. Kalau bahasa netizen "kacangnya ngacangin banget". Yang tentu saja ini adalah pengalaman kuliner yang tidak akan ditemukan pada batagor biasa.
Sentuhan Teknologi BRIN dan Visi Sang Owner
Dibalik kelezatan dan kepraktisannya, JEOL Food ternyata menyimpan pilar teknologi yang sangat serius. Siapa sangka kalau pempek modern ini merupakan pempek pertama di Bandung yang bersertifikat SNI. Melalui riset mendalam yang bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional BRIN, JEOL Food mengadopsi teknologi retort.P Proses sterilisasi modern inilah yang membuat produk mereka memiliki daya tahan luar biasa hingga hingga 1 tahun tanpa bahan pengawet buatan. Dukungan inovasi teknologi ini sekaligus membuka gerbang lebar untuk menembus pasar ekspor mancanegara.
Sebagai Brand lokal yang lahir sejak tahun 2021, JEOL Food memiliki brand kmage yang kuat dengan hadirnya maskot ikan tenggiri menggemaskan bernama Jeje. Jeje merepresentasikan bahan baku utama berkualitas tinggi di setiap produknya.
Kisah di balik layar JEOL Food ini ternyata berakar dari pemikiran yang sederhana namun berdampak besar. Sang owner, Dina, menceritakan bahwa ide bisnis ini bermula dari impiannya untuk memberikan kemudahan banyak orang dalam berkuliner makanan khas nusantara. Beliau ingin agar setiap orang, tanpa terbatas ruang, waktu, bahkan jarak antarnegara bisa menikmati kelezatan batagor dan pempek dengan cara yang sangat praktis, mudah, dan kapan saja mereka mau.
Penutup
Melihat bagaimana JEOL Food berkembang, saya merasa bahwa ini bukan lagi sekadar urusan mengisi perut yang lapar. Ini adalah cerita tentang bagaimana sebuah tradisi kuliner dirawat, dikembangkan dengan teknologi, dan dikemas dengan relevansi modern agar tetap dicintai oleh generasi hari ini.
Bagi saya yang menjadikan waktu dan jarak sebagai nilai efisiensi, kehadiran brand lokal dengan produk pempek dan batagor selalu siap tersaji kapan saja ini adalah angin segar bagi pecinta kuliner dengan mobilitas tinggi. Ditambah dengan pemanfaatan teknologi membuat pempek dan batagor dari JEOL Food bernilai tinggi membuat kuliner nusantara siap dinikmati siapa pun, kapanpun dan dimanapun bahkan melewati batas budaya dan negara.** (rafahlevi)







Post a Comment
Post a Comment