rafahlevi.com

Out Of The Box! Kebab Factory Hadirkan Pengalaman Unik Menikmati Kebab Yang Anti Mainstream

 
Sebagai lifestyle blogger yang sering banget berjibaku sama deadline konten, pastinya makan enak jadi self reward terbaik. Makan enak tapi praktis kalau lagi stres ditumbuk tekanan kerjaan itu seperti oase yang melegakan saat mood naik turun. 

Nyari camilan enak sambil healing tipis-tipis. Bagi buat kita yang menganut prinsip hidup work hard play hard, makanan itu bukan cuma soal ngenyangin perut, tapi juga soal mood dan ketenangan jiwa. Nah, ngomongin soal kulineran yang bisa naikin mood, saya baru aja dapet pengalaman seru menikmati kebab dengan suasana baru. 

Jujurly, awalnya kepikiran semua kebab sama aja, daging dan kulit kebab. Tapi saat mengenal Kebab Factory seketika Kebab mainstream itu langsung meleset jauh. Brand kuliner asal kota kembang Bandung ini memang ternyata pelopor kebab dengan berbagai varian rasa unik dan beragam. Kebab Factory berhasil mendobrak pakem kaku kalau kebab itu harus selalu daging dan bercitarasa asin, karena hanya disini ada kebab manis isinya beng-beng, coklat hingga es krim. Wawww! 

Menikmati segigit kebab disini rasanya menjadi berbeda. urusan rasa bener-bener dibikin nagih dan susah move on. Tim penyuka makanan manis, menu kebab manis ini tentu menjadi pengalaman baru. Bayangin aja, ada Kebab Cokelat Beng-Beng yang teksturnya kriuk-manis, Kebab Choco Cheese yang perpaduan cokelat dan kejunya meleleh pas digigit, sampai Kebab Es Krim yang sensasinya dingin-anget jadi satu di mulut! 

Meski inovasi rasa yang dilakukan sangat masif tapi otentisitas kebab sebagai makanan berbahan dasar daging tetap menjadi main course yang pesonanya tak terkalahkan. Sebagai penggemar daging saya menyukai kebab factory yang memiliki saus racikan khusus sehingga cita rasa kebab nya begitu positioning. 

Lewat menu beef classic, mereka tetap punya Kebab Klasik daging sapi yang dagingnya melimpah dan gurih sausnya pas banget. Yang bikin makin salut, semua bahan bakunya ternyata diproduksi sendiri alias homemade itu sebabnya rasa kulit tortilla kebab ini lembut dan segar. 

Dari Dapur Rumah Hingga Jadi Andalan Healing 

Di balik keunikan rasa Kebab Factory, ternyata ada cerita hangat yang membuat siapapun semakin jatuh cinta dengan makanan khas Turki satu ini. Memiliki kesempatan mengenal lebih dekat sosok dibalik Kebab Factory, saya menemukan banyak hal baik dari brand kuliner yang telah memiliki beberapa cabang ini di kota Bandung ini. 

Siapa yang menyangka pemiliknya adalah seorang ibu rumah tangga bersahaja bernama Widya. Menarik beberapa waktu ke belakang, sebelum fokus membesarkan Kebab Factory, Widya telah memiliki karier mentereng sebagai HRD di salah satu bank terkemuka. Namun demi bisa membersamai tumbuh kembang anak-anaknya secara langsung, beliau mengambil keputusan berani untuk resign. Sebuah keputusan besar penuh resiko yang mengantarkan kita bisa menikmati nikmatnya Kebab Factory hari ini. 

Dalam perbincangan bersama rafahlevi.com, Widya bercerita Ide Kebab pun lahir secara tidak sengaja dari rumah. Anak-anak yang masih kecil kala itu hobi banget jajan kebab. Sebagai ibu yang ingin memberikan yang terbaik, beliau akhirnya mencoba bereksperimen membuat kebab sendiri di dapur rumahnya. Tak dinyana, racikan kebabnya disukai banyak orang, muali dari orang-orang terdekat dan semakin besar. 

Dari jualan versi frozen food berkembang hingga kini telah membuka beberapa outlet. Seperti di awal kehadirannya Kebab Factory dibangun dengan cinta. Karena nya bukan cuma sekadar bahan berkualitas yang masuk ke dalam gulungan tortilla, tapi ada nilai cinta dan kehangatan di dalamnya. The next level culinary dengan pendekatan emosional dan psikologis yang lembut dan nyess di hati. 

Value ini menjadikan Kebab Factory berbeda terasa berbeda. Setiap gigitannya seolah menyalurkan energi positif dan kenyamanan. Cocok dengan target pasar anak-anak, remaja, hingga dewasa muda alias gen Z. Filosofi brand nya sefrekuensi dengan karakter umum para Gen Z yang "work life balance". Makan kebab ini rasanya bisa disesuaikan dengan suasana hati pembelinya. Benar-benar definisi mood booster food yang sesungguhnya.

Peluang Cuan yang Menjanjikan

Merasakan langsung kelezatan setiap varian kebab factory dan mengenal lebih dekat sosok visioner dibalik nama besarnya rasanya tak heran jika banyak orang yang melirik Kebab Factory bukan cuma buat jadi konsumen, tapi juga jadi mitra bisnis. Ide bisnis di bidang kuliner memang banyak saat ini. Bahkan semakin menjamur. Namun Peluang cuan yang menjanjikan dengan target pasar yang besar dan skema yang matang tentu tidak banyak brand siap melakukannya. 

Kabar baiknya, mereka sekarang membuka sistem franchise buat siapa saja yang tertarik membuka outlet Kebab Factory. Paket kemitraannya pun tergolong sangat ramah di kantong buat ukuran brand yang sudah punya nama dan sistem matang, yaitu mulai dari 15 jutaan saja. Angka yang masuk akal banget buat modal awal bisnis kuliner di zaman sekarang. Bisnis model begini bisa menjadi pilihan investasi. 

Penutup

Di tanah asalnya kebab adalah daging yang dibalut roti tortilla dengan sayuran dan saus yang nikmat. Tetapi di tangan seorang ibu hebat kebab bisa menjadi sebuah hidangan yang punya beragam cita rasa unik dan nikmat lewat brand bernama Kebab Factory. Menariknya inovasi rasa menjadikan kebab ini pilihan para gen z menikmati makan enak sesuai suasana hati. Menjadi self reward di akhir lelah dan serunya share happiness lewat paket senampan mini kebab. 

Tak cuma asupan penambah mood Kebab Factory juga membuka peluang bisnis yang menjanjikan lewat sistem franchise. Info lebih lengkapnya bisa kepoin media sosial Kebab Factory. 

Rafahlevi
Rafahlevi is a single mom of two. Owner of Eat Beelicious who loves watch and write all the m and content creator. An ambivert who loves watch and write all the time. Self improvement enthusiast. Bussiness/Collabs enquiries rafahlevi.ez@gmail.com

Related Posts

Post a Comment