rafahlevi.com

Dominasi Tema Keluarga Di Bioskop, Festival Film Bandung Ke-39 Angkat Tema "Sinema Rona Keluarga"

Sore yang cerah menghantarkan suasana hangat dan penuh sukacita malam pengumuman nominasi Festival Film Bandung ke-39. Kamis malam (16/7), saya berkesempatan menghadiri malam pengumuman nominasi Festival Film Bandung (FFB) ke-39 yang berlangsung di Gulapadi CafĂ©, Gedung Pos Indonesia, Jalan Asia Afrika No. 49, Braga, Kota Bandung, Jawa Barat. 

Tempatnya terasa pas. Bangunan bersejarah di kawasan Asia Afrika berpadu dengan suasana kafe yang hommy membuat acara berlangsung santai, jauh dari kesan formal yang kaku. Kalo ngomongin teori cocokologi vibes venue nya mirip suasana film Pangku. Apakah ini clue Pangku akan memboyong gelar Film Terpuji tahun ini? Ahahhaha

Malam itu acara dipandu oleh Zackira dan sosok yang sudah akrab di dunia blog perfilman, Raja Lubis, yang sukses menjaga ritme acara tetap cair. Candaan ringan, quiz interaktif hingga tebak nominasi membuat antusiasme para tamu dan menjadikan suasana benar-benar kekeluargaan.

Yang hadir pun bukan hanya insan perfilman. Terlihat perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, para jurnalis hiburan, pegiat film, hingga kontributor Forum Film Bandung lintas generasi. 

Bagi saya, momen paling menarik justru ketika para pengamat senior bertemu kembali dengan generasi penerus FFB. Rasanya seperti reuni keluarga besar yang dipersatukan oleh kecintaan terhadap film Indonesia. Yap momen langka menuju empat dekade FFB para kontributor dapat berkumpul di ruang dan waktu yang sama sebagai keluarga besar Forum Film Bandung. 


Sinema Rona Keluarga

Tahun ini FFB mengangkat tema "Sinema Rona Keluarga". Tema tersebut terasa sangat relevan ketika melihat perkembangan perfilman Indonesia selama setahun terakhir yang diwarnai banyak tema keluarga di berbagai genre. 

Yap menarik memang menelisik bahwa tema keluarga hadir bukan hanya dalam film drama. Film horor, komedi, thriller psikologis, hingga animasi pun sama-sama menjadikan keluarga sebagai pusat cerita. Hubungan orang tua dan anak, konflik antargenerasi, kehilangan, penyembuhan, hingga makna rumah menjadi benang merah yang menghubungkan banyak karya tahun ini.

Genre Drama misalnya ada Tunggu Aku Sukses Nanti, NaWilla dan Jangan Buang Ibu, genre action ada Tanah Runtuh, genre horor ada Alas Roban misalnya, Genre science fiction ada film Esok Tanpa Ibu, komedi ada Modual Nekad dan Agak Laen 2, thriller pskilogis ada film Dopamin dan genre animasi ada film Pelangi di Mars. Kesemuanya memiliki benang merah yang sama yakni tema keluarga. 

Banyak teman bertanya apa drama Korea masuk penilaian, jawabannya tidak. Meski begitu semua film impor yang tayang di bioskop Indonesia termasuk film Korea masuk dalam pengamatan. Salah satunya adalah film Masqurade terbaru aktor Lee Hyung Hun yang direview detail oleh blogger Medan Suci. 

Banyak Kejutan di Daftar Nominasi

Regu Pengamat Forum Film Bandung sendiri melakukan pengamatan terhadap 144 film Indonesia, 151 film impor, 26 serial televisi, dan 23 serial web selama periode 1 September 2025 hingga 30 Juni 2026. Sebuah pekerjaan yang tentu tidak sederhana dan menunjukkan konsistensi FFB dalam melakukan penilaian secara independen.

Menjelang usia empat dekade, FFB tetap mempertahankan kekuatannya sebagai penghargaan dan apresiasi film yang lahir dari Bandung dengan mempertahankan penilaian Terpuji. Bukan yang paling tetapi yang patut dipuji. 

Lokalitas menjadi identitasnya dan metode pengamatan memadukan unsur subjektif dan objektif yang bisa dipertanggungjawabkan. Begitu daftar nominasi mulai diumumkan, beberapa nama kategori langsung memancing reaksi para tamu.

Salah satunya adalah Asha Assuncao aktris muda yang tengah naik daun karena bakat aktingnya yang memukau saat beradu peran dengan aktor tampan Arya Saloka. Asha berhasil masuk nominasi Pemeran Utama Wanita Terpuji Serial Televisi lewat sinetron Terikat Janji. Kehadiran aktris muda tersebut menjadi warna baru di tengah dominasi nama-nama yang lebih senior seperti Mischele Ziudith. 

Kejutan lain datang dari Arya Saloka yang kembali masuk radar FFB melalui kategori Pemeran Utama Pria Terpuji Serial Televisi. Comeback sang Indonesia Stundere ini tentu menjadi kabar yang disambut antusias para penggemarnya.

Yang tak kalah menarik adalah kembalinya Vino G. Bastian lewat penampilannya dalam film Tanah Runtuh. Namanya berhasil masuk nominasi Pemeran Utama Pria Terpuji Film dan sontak menjadi salah satu topik yang paling banyak dibicarakan seusai acara.

Sementara gongnya adalah kategori utama Film Indonesia Terpuji, persaingan dipastikan berlangsung sengit. Lima film yang berhasil masuk nominasi adalah Pangku, Children of Heaven, Para Perasuk, Dopamin, dan Nobody Loves Kay. Kelima film tersebut menawarkan pendekatan cerita yang sangat berbeda, namun sama-sama menghadirkan relasi keluarga sebagai fondasi emosionalnya.

Melihat komposisi nominasi tahun ini, rasanya sulit menebak siapa yang akan membawa pulang predikat Film Terpuji. Tetapi detail-detail kecil seperti animasi handdraw sepertinya patut buat di cocokologi untuk seru-seruan netijen. 


Menanti Malam Puncak

Blogger Bandung di Festival Film Bandung ke-39

Forum Film Bandung kembali menunjukkan bahwa apresiasi terhadap film tidak harus selalu datang dari industri besar. Selama hampir empat dekade mereka tetap konsisten menjadi ruang diskusi, ruang apresiasi, sekaligus ruang kritik yang sehat bagi perfilman nasional. Bahkan kedepan beberapa agenda sudah matang disiapkan oleh Forum Film Bandung, seperti pelatihan penulisan skenario akhir tahun mendatang. 

Kini publik tinggal menunggu malam puncak Festival Film Bandung ke-39 yang dijadwalkan berlangsung pada 22 Agustus 2026. Siapa yang akhirnya membawa pulang predikat "Terpuji" tentu masih menjadi tanda tanya.

Sebuah kehormatan bagi saya yang diberi tugas besar mewawancarai para bintang layar sinema di wall of fame Festival Film Bandung selama dua tahun berturut-turut. Menangkap momen dan ekspresi kebahagiaan dan kebanggaan mereka yang pulang membawa piala ataupun masuk nominasi. Atmosfer belakang panggung memang tak bisa diabaikan, FFB menjadi barometer kualitas seorang aktor,sineas dan film ke level yang berbeda. 

Malam pengumuman nominasi di Gulapadi Bandung menjadi pengingat bahwa film bukan hanya soal hiburan. Film adalah ruang bertemu, ruang berdialog, dan ruang untuk terus merayakan cerita tentang manusia—dan tahun ini, tentang keluarga.

Daftar nominasi lengkap 16 kategori terpuji telah dipublikasikan melalui akun Instagram resmi Festival Film Bandung dan Forum Film Bandung.*(rafahlevi) 

Rafahlevi
Rafahlevi is a single mom of two. Owner of Eat Beelicious who loves watch and write all the m and content creator. An ambivert who loves watch and write all the time. Self improvement enthusiast. Bussiness/Collabs enquiries rafahlevi.ez@gmail.com
Newest Older

Related Posts

Post a Comment