Cek

Esok Tanpa Ibu Film Bergenre Drama Fantasi Gabungkan Tema AI dan Keluarga

Mulanya sedikit gambling dengan film yang menjadi comebacknya Dian Sastro ini. Meski sudah melenggang di karpet merah Busan International Film Festival akhir tahun lalu, rasanya kaya masih kurang greget aja, apalagi melihat tajuk posternya. Curiga bakalan sedih-sedihan.

Selain itu tema yang diangkat adalah AI. Bukan tanpa alasan sedikit under estimate sama film yang digadang-gadang bergenre science fiction. Wahh sejenak saya mengingat film bertema serupa sekitar dua tahun lalu yang dibintangi Prilly Latuconsina.  Tema yang sama dimana AI dimanfaatkan untuk orang yang sudah tiada.

Belajar dari ekspektasi masa lalu wajar jadinya untuk gak menyimpan harapan di altar yang terlalu tinggi untuk film Esok Tanpa Ibu ini, takut kelelep lagi. Tapi menariknya justru adalah pertanyaan-pertanyaan yang berkeliaran buah dari judul film yang dipilih, "Esok Tanpa Ibu". Mungkinkah kita hanya akan menonton film dimana Dian Sastro hanya berupa suara. 

Akhirnya semua terjawab. Esok Tanpa Ibu film drama fantasi AI dengan eksekusi nyaris terhumanis dari film-film serupa yang pernah ada. Bagaimana tidak saya terkejut saat credit title muncul, fun fact produser dan sutradaranya orang luar negeri. Wahh haruskah film seindah ini debut indah di tangan seorang foreighner? Unfortunately...

Nobar kontributor & pengamat Forum Film Bandung

Nonton bareng para kontributor dan pengamat film Forum Film Bandung di hari pertama penanyangan Esok Tanpa Ibu, rasanya hati ini penuh dan pikiran terbuka. Bahwa secanggih apapun AI memastikan hal-hal mustahil bisa diciptakan, tapi pada kehidupan yang nyata nan fana ini tetaplah komunikasi sesama manusia merupakan kebutuhan sejati. 

Esok Tanpa Ibu, dari judulnya sudah kentara film ini menyoal tentang keluarga. Menggabungkan tema keluarga dengan kecanggihan teknologi masa kini yang disebut artificial intelegent (AI). 

Film dengan genre drama fantasi seperti ini memang cukup tricky dan tentu saja m3mbutuhkan biaya produksi yang tak main-main. Selain itu fiksi ilmiah tetap harus didasari pada perangangkat teoritis yang kuat agar kontruksi cerita tidak raouh apalagi mbleber kesana kemari bikin susah dicerna. Barangkali itu sebabnya film-film demikian belum banyak dilirik produser falam negeri. 

Tapi menonton Esok Tanpa Ibu punya pendekatan eksekusi skenario yang fresh. Memadukan visualteknologi dengan alam menghasilkan visual layar yang estetik, alurnya berkembang, rapih dan no plot hole. Konflik ringan tapi tetap terasa perubahan emosional pada setia sequence saat menonton. 

Dibanding nangis bombay film ini lebih terasa menyentuh dan hangat. Keriangan yang alami dalam cerita membuat film ini sangat cocok ditonton remaja dan keluarga. Selain cerita yang bagus film ini ditopang nama-nama aktor-aktor film papan atas Indonesia, triple kill; Dian Sastro, Ringgo Agus Rahman dan Alif Fikri.

Aaghhh film ini guaranted to watch. Memang cocok melenggang di Busan dan menyabet 4 nominasi dalam  festival film Tempo. Begitupun kans di Festival Film Bandung 39 mendatang. Film Esok Tanpa Ibu barangkali akan muncul di beberapa nominasi melalui aktor-aktornya, penata editing, penata suara maupun filmnya itu sendiri. Meski sayang film ini dinahkodai sutradara luar, dimana itu tidak bisa masuk ke kategori sutradara terpuji. 

Sinopsis

 Cimot alias Rama seorang anak remaja yang mencoba terus menghidupkan kenangan Laras ibunya lewat aplikasi AI bernama i-BU. Tanpa dia sadari rasa kehilangan membuatnya tenggelam pada kebuntuan komunikasi dengan sang ayah Hendra (Ringgo Agus Rahman). Untuk sesaat Rama merasa terpenuhi keberadaan ibunya lewat ibu virtual. Namun Hendra terus mencoba mengembalikan kehangatan sesungguhnya kasih orangtua dengan segala cara. Dan menunjukkan AI mampu menghadirkan yang tidak mungkin tapi tak mampu menggantikan yang sejati diciptakan Tuhan.

Judul : Esok Tanpa Ibu

Sutradara: Wi Ding Ho

Casts: 

Dian Sastrowardoyo

Aisha Nurra Datau

Ringgo Agus Rahman

Ali Fikry

Bima Sena

Durasi : 107 minutes

Genre : Drama, Fantasy

Rilis : 22 Januari 2026

 

Rafahlevi
Rafahlevi is a single mom of two. Owner of Eat Beelicious who loves watch and write all the m and content creator. An ambivert who loves watch and write all the time. Self improvement enthusiast. Bussiness/Collabs enquiries rafahlevi.ez@gmail.com

Related Posts

Post a Comment