Cek

The SpongeBob Movie: Search for SquarePants Kisahkan Petualangan SpongeBob Temukan Keberanian Sejati

20 comments


mengisi liburan sekolah saat berdekatan dengan tahun baru memang selalu punya tantangan sendiri soal menentukan kemana kita mau liburan. Belum apa-apa Sudan terbayang macetnya jalanan saat kita mutusin buat keluar rumah. akhirnya mending rebahan aja di rumah. Begitulah orang dewasa. Tapi itu gak berlaku buat anak-anak! 

Meski udah dikasih penjelasan A sampe Z, blue print dikeluarin, data-data BPN dijabarkan kepala mereka tetap sejalan dengan hati dan energi mereka untuk liburan keluar rumah. seolah liburan dan kemacetan ini memang omen mereka berpetualang. aghhh sebagai ibu aku kudu putar otak biar semua bisa senang akhirnya Norton ada lah Jalan ninjaku. 

Yapp! nonton ke bioskop jadi opsi paling memungkinkan di liburan inj. Ternyata mereka langsung setuju. wehhh kok bisa?! usut punya usut ternyata anak-anak ini Sudan punya film pilihan mereka sendiri. Ada Si kotak kuning Spongebob di bioskop December ini. halahhh.. halahhh.. ternyata mereka sudah bikin plan lebih awal dari emaknya. 


Petualangan SpongeBob Temukan Keberanian Sejati Ajarkan Anak Yakin Pada Kemampuan Diri 


Durasi film nya agak panjang sekitar 120 menit. Sebelumnya Bebbe misuh-misuh karena dia Kira salah film, harusnya kita nonton SpongeBob kenapa jadi Ninja Turtle. Sementara Kakaknya lebih cool, dia asik-asik aja menyimak pertarungan empat kura-kura ninja melawan teknologi AI. 

Jadi sebelum film dimulai kita diberi bonus short movie The Ninja Turtle. Durasinya sekitar 15-20 menitan. Yahh belum apa-apa minuman soda dan popcorn sudah nyaris tinggal dasarnya aja. 

Film production rumah Nickelodeon ini akhirnya tayang. first impression nyolok di mata adalah visual Kuning yang mengesankan. Cakep bukan main, kepikiran apa yaa kode warnanya hi hi. 

sepanjang film anak-anak khusyuk menyimak petualangan SpongeBob, sementara kita yang dewasa mulai terkantuk-kantuk. Terbiasa nonton film dengan alur dan plot twist membagongkan bin njelimet disodorin Jalan cerita klasik sederhana ini aku berkali-ksli menguap. 

penasaran juga gimana para ibu-ibu, bunda, oma dan opa yang lain. Ya studio 4 ini hampir full. cuma tersisa row paling bawah alias depan layar. sisanya terisi rombongan keluarga yang mengantar anaknya mengisi liburan, seperti aku. 

Menonton SpongeBob dan Patrick di televisi dengan di layar besar bioskop tentu saja Teresa berbeda. Bukan cuma soal pengalaman ngantri tiket, makan popcorn dan atmosphere bioskop yang bikin berasa gaya tapi juga suguhan visual dari film itu sendiri. 

Di SpongeBob the movie 2025 ini mereka menggabungkan animasi 2 dimensi dan animasi 3 dimensi sekaligus. ide ceritanya memang sederhana di mana SpongeBob merasa harus menaklukan ketakutannya menaiki roller coaster. 

Is bertekad untuk menjadi sosok yang hebat. Setelah menemukan secercah petuah seat dari Mr Krabs, SpongeBob nekat pergi berkelana demi menemukan keberanian sejatinya. 

Tetapi sayang SpongeBob tak menyadari Mr Krabs menyembunyikan sesuatu dari saran kisahnya. SpongeBob kadung mengikuti The Flying Dutchman Si hantu bajak laut yang dikutuk. 

Dalam petualangan penuh muslihat itu sahabatnya Patrick selalu setia menemani. Dan dengan rasa bersalahnya Mr Krabs mencoba menyelamatkan SpongeBob dengan membawa serta Squidward. 

Tema cerita ini sangat related untuk anak karena memvisualisasikan bagaimana keyakinan bisa mengantar mereka pada keberanian menaklukan tantangan dan ketakutan. Pun ketika tubuh bertambah tinggi bukan berarti dewasa juga tercapai. karena kedewasaan human testing fisik yang bertambah besar, tapi juga Cara berfikir, dan cara bersikap yang semakin bijak termasuk mengelola ketakutan. semua itu didapat dari proses bertumbuhnya kita sepanjang kehidupan. 

Di dunia nyata banyak anak yang sudah memasuki masa pra remaja merasa sudah besar, gak mau diatur dan punya mau sendiri saat remaja. padahal mereka masih baru mletek, baru akan memulai dan pastinya harus ada yang membimbing, mengarahkan dan menjaga mereka yakni orang tua. 


Sinopsis

SpongeBob yang merasa belum dewasa dan ingin membuktikan keberaniannya, yang membawanya pada petualangan berbahaya bersama hantu bajak laut legendaris, Flying Dutchman, ke palung laut terdalam, di mana ia ditemani Patrick dan harus menghadapi tantangan untuk mendapatkan "Swashbuckler's Certificate," sambil teman-temannya di Krusty Krab berusaha menyelamatkannya dari agenda Flying Dutchman. 

Judul : Spongebob Movie : Search For Squarepants

Sutradara: Derek Drymon

Durasi: 96 menit

Produser: Pam Brady

Marc Ceccarelli

Aaron Dem

Christie Kwan

Lisa Stewart

Vincent Waller: 

Rumah produksi: Paramount Pictures dan Nickelodeon 

Genre : Animasi 

Rilis : 19 Desember 2025

Naskah: Pam Brady & Matt Lieberman (cerita oleh Brady, Marc Ceccarelli, & Kaz).



Rafahlevi
Rafahlevi is a single mom of two. Owner of Eat Beelicious who loves watch and write all the m and content creator. An ambivert who loves watch and write all the time. Self improvement enthusiast. Bussiness/Collabs enquiries rafahlevi.ez@gmail.com

Related Posts

20 comments

  1. Bacanya bikin nostalgia sama SpongeBob versi lama, tapi juga penasaran sama petualangan barunya. Kelihatan seru dan tetap ringan buat ditonton.

    ReplyDelete
  2. wah anak-anak Teh Rafa udah gede-gede ya?
    Kirain masih pada bocil, hehehe soalnya wajah dan penampilan Teh Rafa mirip mahasiswi jadi pasti pada ngira Teh Rafa nonton bareng adik2nya
    Eniwei seperti kata Teh Rafa nonton The Spongebob di televisi beda dengan bioskop
    gak heran langsung keluar deh naluri kritikus filmnya ^^

    ReplyDelete
  3. Anakku dari sebelum ini tayang udh nodong2 minta nonton, dilalah sampe sekarang belum terealiasasi (untung anaknya blm nagih2)
    Tapi karena udah kadung diiyain dan janji, sebelum ditagih kalau bisa diusahain nonton deh.
    Keknya lebih seru, yang biasa nonton di TV kali ini di layar lebar

    ReplyDelete
  4. Hehe... aku juga kalau nemani anak-anak pasti terkantuk-kantuk mbak, bosen dengan jalan ceritanya yang monoton, dan mudah ditebak endingnya hehe....
    Tapi demi anak-anak, ditahan-tahan deh kantuknya, soalnya kalau ketahuan saya ngantuk, pasti si bocah bakal mencubit saya supaya bisa segar lagi

    ReplyDelete
  5. Yak ampun jadi ketawa. Inget kelucuan Spongebob yang kadang - bahkan sering - jadi pandir karena alasan atau keadaan/cerita tertentu. Beneran hiburan kalau lagi mumet atau bingung mau nonton apaan hahaha.

    BTW, ingat Spongebob mendadak ingat sama Mbak yang dulu kerja di rumah. Dia kalau mau ganti sponse buat cuci piring, selalu bilang "Bu, mau ke Alfa dulu ya. Mau beli spongebob." hahahaha.

    ReplyDelete
  6. Belum nonton SpongeBob yang ini tapi versi kartunnya saja sudah berhasil membuat saya merasa bosan.
    Meski mengantuk tapi jadi mengambil hikmahnya saja ya mbak, minimal anak-anak senang masa liburannya jadi lebih bermakna dengan kegiatan bareng begini

    ReplyDelete
  7. Kok aku ngga tau ya ada film bioskop Spongebob Squarepants
    pasti seru banget - udah bagus banget pula visualisasinya, di TV aja seru apalagi di bioskop

    ReplyDelete
  8. Ada juga part Mr. Crabs merasa bersalah ya. Wajar sih kalau anak-anak sangat menyukai film Spongebob. Dia lucu banget bareng sama Patric.

    ReplyDelete
  9. Saya suka SpongeBob. Tapi, setelah dewasa, kayaknya saya setuju dengan pendapat banyak orang. Squidward jadi lebih menarik dari pov orang dewasa hahaha!

    ReplyDelete
  10. Wah kayanya kalau Dzaky tahu ada movienya Spongebob kaya gini dia pasti mau nonton. Suka agak konyol dan kocak kelakuan karakternya kaya Spongebob sama Patrick. Lucu kadang nggak habis pikir aja.

    ReplyDelete
  11. Daku pernahnya nonton SpongeBob di tivi, kalau di bioskop beluman hihi.
    Apik selalu dah si kotak kuning sama sohibnya Patrick. Kalo nonton bawa ponakan daku, hemm mereka bisa riuh nih melihatnya

    ReplyDelete
  12. Ada buannyak banget vallues yang bisa didapat dari Spongebob dan teman-temannya. Kesetiakawanan, keberanian, dan kejenakaan benar-benar sesuatu banget.

    ReplyDelete
  13. Bagi yang suka kartun daripada movie nya, worth it gak kak nonton Spongebob yang versi ini?

    Maunya ajak adekku, tapi dia lebih suka boyboyboy 😌

    ReplyDelete
  14. Ulasan film SpongeBob ini mengingatkan nostalgia masa kecil sekaligus menunjukkan bagaimana animasi masih bisa relevan untuk penonton lintas usia seperti aku wkwkw

    ReplyDelete
  15. Memang benar, "jalan ninja" paling aman pas liburan ya ke bioskop, apalagi kalau tujuannya menyenangkan anak-anak. Menarik banget ya teknik visualnya yang menggabungkan 2D dan 3D, pasti bikin mata seger (meskipun buat kita yang dewasa alurnya terasa santai banget sampai bikin menguap, hehe).
    Pesan moral tentang "keberanian bukan cuma soal fisik tapi sikap" itu ngena banget sih. Makasih sharing-nya, jadi punya gambaran buat ajak keponakan nonton juga!

    ReplyDelete
  16. Spongebob emang favorit dari generasi ke generasi. Sejak SD spongebob jadi favorit. Meskipun tingkahnya yang bikin kesel dan sakit perut.

    ReplyDelete
  17. Malam baca ini, eeh tadi pagi loh saya blusukan ke kamoung dekat Malioboro dan nemu mural Spongebob.

    ReplyDelete
  18. Jujur kalau di serialnya yang di televisi saya paling tidak pernah menonton ini tayangan
    Tapi pas ada muncul di bioskop, wah jadi penasaran juga nih
    Apalagi SpongeBob the movie 2025 itu memperlihatkan gabungan animasi 2 dimensi dan animasi 3 dimensi sekaligus. Penasaran kan...
    Walaupun kisahnya pasti anak-anak banget, ide cerita yang sederhana tentang SpongeBob yang merasa harus menaklukan ketakutannya menaiki roller coaster.

    ReplyDelete
  19. Kartun favorit dan sering ditonton sejak kecil dan kemarin juga nonton movienya sangat seru dan bisa bernostalgia zaman dulu. Dulu untuk nonton kartun ini harus ke rumah tetangga yang punya tv.

    ReplyDelete
  20. Aku belum nonton lagi film² spongbob mbak. Terakhir nonton tuh yang ada di TV itu. Hehehe...
    Entah kenapa kalau nonton spongebob ini aku rada² kesel banget. Polosnya kebangetan. Tapi pengen lah nonton ini bareng keluarga. Mana si spongebob sedang berpetualang gitu cari keberaniannya. 😆

    ReplyDelete

Post a Comment