PUTRA MINANG: BERDAGANG DENGAN TUHAN








Di sekitaran jalan Ahmad Yani Bandung arah ke utara menuju terminal Cicaheum, tepatnya tak jauh dari belokan jalan Cikaso, ada sebuah warung nasi sederhana yang menarik perhatian.

Tempatnya sangat sederhana hanya menggunakan gerobak putih dilengkapi meja panjang dan beberapa bangku dengan sebuah spanduk biru di satu sisi bagian. Tapi warung nasi ini tidak pernah sepi pembeli. Pembelinya saling bersambung bahkan kadang mengantri. Dan ternyata memang ada cerita baik dibalik warung nasi sederhana PUTRA MINANG ini. Itu sebabnya Rafahlevi.com tertarik mengulasnya kali ini.


Pertama kali melihat tampilannya memang warung nasi PUTRA MINANG ini menyasar segmen masyarakat ekonomi lemah. Sudah berdiri di tempat ini kurang lebih setahun dan di daerah Rancaekek dua tahun lalu dengan konsep yang sama. Pemilik warung nasi khas padang ini menuturkan motivasinya membuka warung nasi serba 10.000 bebas pilih adalah hanya untuk membantu masyarakat ekonomi lemah. Bahkan bila memang sungguh tidak ada yang mereka punya, PUTRA MINANG akan memberikan makan cuma-cuma.

Seperti kita tahu saat ini perekonomian sangat berat dirasakan oleh masyarakat kelas bawah. Jangankan untuk membeli kebutuhan lain untuk mengisi perut saja sudah lumayan menjadi beban. Apalagi dalam situasi pandemi panjang seperti ini. Bukan menemukan pekerjaan yang ada saja mungkin mesti mati-matian dipertahankan. 

Berangkat dari keresahan tersebut juga didasari rasa empati pada sesama, owner membuka warung nasi cita rasa padang ini sesuai dengan daerah asal ibundanya. Dan memang selama kurang lebih satu jam berada disana dan mencicipi menunya. Pembeli PUTRA MINANG tidak pernah berhenti. Rata-rata pembeli adalah anak kosan, para pedagang sekitaran Cicadas, karyawan toko, pengayuh becak, driver ojek online, sopir angkutan umum, pekerja kasar lainnya, masyarakat sekitar dan bahkan pembeli selewat yang tertarik selera makannya karena melihat menu masakan yang menggugah di warung nasi sederhana ini.

Melihat bagaimana anak muda pemilik warung nasi PUTRA MINANG melakukan kebaikan seperti demikin, satu pertanyaan wajar terlontar. Apa tidak rugi menjual 10 ribu sepiring nasi dengan lauk pauk bebas pilih lengkap lalab daun singkong dan sambal ijo. Sementara tak main-main menu-menu masakan yang disediakan semuanya adalah primadona di rumah makan padang yang kita tahu lumrahnya dijual dengan harga tak kurang dari 20 ribu/porsi. Sementara disini menu "mahal" seperti rendang, ikan balado/bakar, ayam pop/goreng serundeng, telur dadar, perkedel kentang dan lain-lain bebas ditunjuk.

Mengesankan dan sedikit menyentil ketika PUTRA MINANG menyampaikan sejak awal telah "berdagang" dengan Tuhan. Semuanya dilakukan bukan mencari laba. Sebagai masyarakat biasa yang sama-sama tidak memiliki ekonomi berlebih, inilah yang pemilik bisa lakukan dengan cara sederhana membantu sesama. Namun ketulusan dan niat baik memang tak pernah tersembunyi dari berkah Tuhan. Kini bahkan ada yang sudah menawari untuk bekerja sama berupa outlet waralaba. 


Melakukan kebaikan tak mesti menunggu kaya. Kebaikan akan menunjukan jalannya. Berhitung dengan manusia hanya soal angka tapi Tuhan bekerja dengan cara dan perhitunganNya yang tak hingga.  Berkah selalu PUTRA MINANG, Jangan berhenti menebar kebaikan.

Rafahlevi.
Bandung @2021


Rafahlevi
Founder Xalshe Media Creative. Owner Beelicious Bandung. Single mom of two. Now working as an editor, film scriptwriter and content creator. An ambivert who loves watch and write all the time. Self improvement enthusiast. Bussiness/Collabs enquiries rafahlevi.ez@gmail.com

Related Posts

10 comments

  1. Lah aku tinggal di Bandung, kok ga tahu ada warung Padang Putra Minang. Asyik tuh, bisa pilih lauk lengkap dengan daun singkong dan sambal ijo. Di tempat lain mah, daun singkong dan sambal, bayar lagi...hiks...Semoga lancar jaya dan langgeng Putra Minang yah....

    ReplyDelete
  2. Rafaaa...... dikau kejam, baca ini pas lapar tapi malas ngapa ngapain

    selama pandemi belum makan nasi padang,

    ke sana apa ya? sambil ngurus surat-surat

    ReplyDelete
  3. Sungguh mulia ya mbak, pedagang nasi padang itu.konsep berdagang dengan Tuhan membuatku malu karena kadang aku suka nyari jajanan yg murah tanpa melihat apakah si pedagang sudah untung sesuai standar apa belum

    ReplyDelete
  4. Inspirasi memilih kuliner di kota Bandung, cocok harga bagi penikmat kuliner khas Padang. Alhamdulillah

    ReplyDelete
  5. Speechless! Bener-bener keren!
    Semoga bisa mengikuti jejak masnya dengan cara terbaik...

    ReplyDelete
  6. MashaAllah. Sangat menginspirasi. Semoga Allah memudahkan semua usaha dan terus mencurahkan rezeki tak terhingga kepada Putra Minang. Aamiin YRA. Semoga juga bisa jadi contoh untuk kita semua agar tak henti bersedekah sesuai dengan kapasitas dan kemampuan kita.

    ReplyDelete
  7. Inspiratif sekali artikel Mba ttg Putra Minang ini ya,, menyediakan nasi padang yang sangat terjangkau utk masyarakat ekonomi kurang beruntung yahh,, bahkan dikasih cuma2 bg yg ga sanggul bayar

    ReplyDelete
  8. MasyaAllah tersentil banget nih saya kak, berdagang dengan Tuhan ini harusnya kita lakukan juga ya, ... Mengambil keuntungan secukupnya saja

    ReplyDelete
  9. Semoga rejekinya pemilik warung padang putra minang ini terus mengalir lancar, hingga bisa terus berbagi lewat warung yang didirikannya

    ReplyDelete

Post a Comment